8.9.08

wikinomics & the net generation

1999, Toronto, Kanada. Rob McEwen, CEO Goldcorp, sebuah perusahaan pertambangan kecil di Kanada, sedang pusing. Tambangnya yang berlokasi di Red Lake, Ontario, terus mengalami penurunan. Para geolognya sudah berusaha keras menemukan titik baru di pertambangan yang sudah berusia 50 tahun itu, namun tetap tak kunjung membawa hasil.

Sampai suatu ketika, di saat ikut menghadiri sebuah pertemuan pebisnis muda di MIT, McEwen mendapatkan semacam pencerahan. Bukan dari wangsit atau ilham, tetapi dari kisah Linus Torvalds yang mengembangkan Linux dengan cara berkolaborasi dengan programer dari seluruh penjuru dunia, dengan cara membuka kode program Linux agar bisa diakses, dipelajari dan dikembangkan oleh programer lain.

Terilhami oleh hal tersebut, McEwen kembali ke kantornya di Toronto dan mengumpulkan staf dan tim geolognya. Ia pun memerintahkan, "Saya ingin agar semua data yang kita miliki, data mulai dari tahun 1948, dimasukkan dalam satu file dan diungkapkan kepada dunia." Timnya terbengong-bengong, karena pertambangan adalah industri yang sangat tertutup, apalagi terkait data yang mereka miliki. Namun karena tak punya pilihan, timnya pun melakukannya, dan pada tahun 2000, data itu diungkapkan secara online dengan sayembara: $575.000 bagi partisipan yang sanggup memberikan metode dan estimasi terbaik bagi kelangsungan tambang Red Lake.

1000 orang lebih berpartisipasi, dan herannya, bukan hanya dari kalangan geolog tetapi juga konsultan, mahasiswa s2, matema- tikawan hingga militer. Hasilnya, para kontestan berhasil mengidentifikasi 110 target di Red Lake, dimana 50% diantaranya belum pernah teridentifikasi sebelumnya oleh geolog Goldcorp. Pada gilirannya, 80% dari target baru tersebut menghasilkan tidak kurang dari 8 juta ons emas, sebuah pencapaian yang tak terpikirkan sebelumnya oleh McEwen.

Itulah kisah yang disitir oleh Don Tapscott dan Anthony D. Williams dalam bukunya yang menarik, Wikinomics. Di sini, Tapscott dan Williams ingin menunjukkan betapa pola kolaborasi bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Kolaborasi menghadirkan kemungkinan-kemungkinan baru di luar batas imajinasi kita sebelumnya. Dan pola inilah yang saat ini sedang mengemuka, lewat dunia internet.

Ya, kolabarosi adalah pola dan ciri dunia maya saat ini. Atau secara teknisnya sering disebut pola Web 2.0. Contoh terbaik dari sistem kolaborasi--selain Linux--adalah Wikipedia, sebuah ensiklopedi online yang beranggotakan tidak lebih dari sepuluh staf, yang menghasilkan jutaan entri, melebihi Britannica. Hal itu dimungkinkan karena Wikipedia membuka aksesnya kepada semua orang di seluruh dunia untuk menjadi kontributornya.

Selain Wikipedia ada Youtube, blog, Facebook, Filckr dan banyak lagi yang lainnya. Inilah era di mana kolaborasi massal mengalahkan ketekunan individual, dan pemain jalanan mengalahkan institusi perusahaan. Lihat saja: Wikipedia mengalahkan Britannica; Digg mengalahkan CNN, Flickr mengalahkan WebHost, Craigslist mengalahkan Monster, dan Facebook mengalahkan Friendster. Semua bersumber karena para pemenang tadi membiarkan adanya partisipasi seluas-luasnya bagi para pengguna (user/costumer) untuk berpartisipasi dalam penyediaan konten maupun penulisan program. Facebok mengalahkan Friendster, karena Facebook mengijinkan pihak ketiga menyematkan program-program atau software yang mereka buat ke dalam Facebook--tindakan yang sepertinya juga akan dilakukan Friendster.

So, jika kamu ingin menjadi pemenang, atau setidaknya mencipta sesuatu yang bisa cepat berkembang, maka berkolaborasilah. Bergabunglah dalam apa yang disebut Tapscott dan Williams sebagai Net Gen (Net Generation). Lihat apa yang dilakukan Linus Torvalds, Rob McEwen dan orang-orang cerdas lain di dunia saat ini. Aku menciptakan Khatulistiwa.net, sebuah toko online yang aku impikan menjadi Amazon-nya Indonesia, juga dengan cara itu: berkolaborasi. Aku punya ide, punya konsep, sedikit pengetahuan dan kemampuan desain, tapi aku tidak bisa programming. Berkolaborasi dengan teman membuat aku bisa mewujudkan mimpiku.

Dan ke depan, platform inilah yang akan aku terapkan untuk mengembangkan Khatulistiwa. Kelak, siapa pun bisa menulis berita, review, comment, rekomendasi atau yang lain-lain di Khatulistiwa. Bahkan kelak, siapa pun bisa berjualan di Khatulistiwa, karena aku sedang berfikir untuk menyediakan kapling/counter (sub-web) buat mereka yang enggan atau tidak mampu membuat toko online-nya sendiri. Ya, nanti. Nanti setelah beberapa hal terpenuhi. Hehe...


5 comments:

  1. cerita dan ide yang sangat bagus

    ReplyDelete
  2. berbagi. itulah yang menarik. manfaat ekonomis tak dinikmati sendiri. :)

    ReplyDelete
  3. Buku "Wikinomics" memang Bagus...!

    Aku baca buku yang direview savic ini, dengan ditemani teman dari Khatulistiwa.Net.

    Inspirasi terbesar buku itu memang Proyek Linux dari Linus T yang open source. "Open" dalam artian kode, tapi bukan FREE dalam pengertian dagang. Salah satu distro yang tulen mengikuti prinsip Linux ini adalah DEBIAN. Karena, ia jarang memberikan codec di repository. Sedikit beda dg Linux yang kupakai, Mandriva yang newbie-friendly dengan "manajemen paket ala RedHat"....Tinggal download .rpm, atau urpmi via konsole, usai deh kerjaan kita, hehehe.

    Alhasil, semua orang berhak mengembangkan kode berbasis debian itu (source code ala tar.gz atau .deb yang mirip .exe nya windows). Bisnis melalui open source lebih menguntungkan, meski dituntut ketelitian dan kerelawanan sampai produknya stable.

    Inspirasi kedua adalah Wikipedia. Ini memang portal intelektual yang mengalahkan Britannica; sebagai kamus akademis terbesar. Keterbukaan dan sikap relawan intelektual di dunia Web 2.0, berimplikasi bagi Wikipedia sebagai sumber skripsi, tesis dan disertasi, sampai penelitian.

    Saya juga terpengaruh savic untuk bikin portal yang membuka "kode-kode proyek" tertentu. Sulitnya adalah meyakinkan pihak pemodal untuk membuka diri agar mendapatkan info dan resource yang lebih besar ketimbang dari staf kita sendiri. Syukur dengan buku ini yang konon dana risetnya saja US 9 juta, bisa meyakinkan pemodal.

    Berbagai kawan blogger, baik blogspot, multiply atau wordpress, sudah memberikan estimasi: 2 tahun ke depan, "open trading" melalui fasilitas web yang "open source", semisal PORTAL, akan kolaborasi massal dengan bisnis OFFLINE.

    Pemodal rendah & pekerja berhabitus samudra-keringat, plus pemodal besar, membentuk apa yang ditulis buku ini sebagai KOMUNISME BARU di dunia web. Suatu hal yang dihadang oleh B Gates dengan arahan membuat/membeli portal/search engine yang kian suram masa depannya: Y***!.

    Nah, bisnis sudah terbuka lebar. Kesabarannya adalah, setiap kode bisnis yang dibuka lebar akan berbuah "bugs" yang isinya "error". Tapi, dengan membaca buku review Savic ini, niscaya: faktor "error" dalam bisnis kolaborasi online & offline, justru menghasilkan pengetahuan baru dan penghasilan baru. Ibarat GoldenCorp dan IBM, lah dalam buku ini...

    Halo, nyuwun sewu, blog ini ku-link dengan web-saya yang baru. Masih banyak yang mesti diselesaikan dengan fasilitas open source Joomla 1.5. di web-saya. Nggak selincah blogger di sini, hehehehe...

    putra
    http://www.jarkom.biz

    ReplyDelete
  4. buku wikinomics bisa dibeli di http://khatulistiwa.net

    ReplyDelete
  5. Katulistiwa atau Khattul Istiwa' itu garis keseimbangan,tidak kanan tidak kiri.Nah Lho?Gmn?
    Memang sudah suatu "granddesign" manusia Indonesia untuk menempati posisi ini:Seimbang. Pantesan Gerakan Non-Blok bermula dari sini. PBB mestinya disini;Indonesia. Bakal menarik ini, bung. Tapi lebih menarik situsmu itu kalo diterusin dg rencana2 muliamu..
    Weslah..teruskan

    Tabik.
    Ozabeguini

    ReplyDelete