22.9.08

casino-capitalism













Wall Street guncang. Satu persatu raksasa finansial Amerika mengalami kejatuhan. Setelah Bear Stearns, kini ganti Lehman Brothers yang tidak sanggup menghadapi serbuan serigala-serigala pasar uang. Dan di belakangnya masih ada Merril Lynch, American International Group (AIG)--serta Morgan Stanley dan Goldman Sachs yang juga sempoyongan.

Kejatuhan Lehman Brothers sungguh sangat mengejutkan. Tidak banyak analis yang berfikir sampai ke sana. Lehman Brothers, selain Merril Lynch dan beberapa perusahan lain memang terkena dampak subprime mortgage yang melanda Amerika sejak 2007. Namun tak ada yang menyangka hasilnya separah ini: kejatuhan. Padahal beberapa bulan lalu, Business Week masih menempatkan Lehman sebagai salah satu perusahaan terbaik di dunia, di nomor urut 33, persis di atas Google. "Tidak seperti Bear Stearns yang terpuruk, Lehman sanggup bertahan. Kerugian Lehman sangat kecil. Para ekskutifnya secara efektif sanggup menepis gonjang-ganjing tentang keruntuhan," demikian tulis Busines Week.

Namun apa daya. Fakta berbicara lain. Perusahaan sekuritas dan investasi yang sudah berumur 150 tahun lebih itu akhirnya tumbang. Bukan karena kinerjanya yang buruk, tetapi terutama karena aksi para spekulan di pasar uang. Ya, praktek naked short selling, sejenis transaksi fiktif jangka pendek karena sang pialang menjual saham yang sesungguhnya tidak ia miliki (berstatus pinjaman), dianggap pemicu rontoknya saham Lehman. Short selling biasa dilakukan terhadap saham-saham yang dianggap akan mengalami penurunan. Menjual saat ini dianggap akan menguntungkan, karena ke depan para pialang bisa membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah. Namun sayangnya, saham-saham yang dijual seringkali saham pinjaman.

Tapi apa mau dikata. Itulah Wall Street, itulah pasar uang. Itulah realitas yang oleh Susan Strange disebut sebagai casino-capitalism. Kenapa kasino? Karena ia tak ubahnya judi. Keuntungan dan kerugian cukup bisa diraih dengan cara menebak-nebak. Ironisnya, inilah dunia yang kita hadapi. Nilai pasar uang lebih besar daripada pasar riil. Nilai uang yang beredar di bursa saham lebih banyak dari uang yang beredar di sektor perdagangan.

Dan kini, dunia harus menanggung akibat dari sistem ini. Sistem kapitalisme ala perjudian, liberalisme sektor finansial--di mana di dalamnya bercokol para hedge fund yang bersenjatakan uang miliaran dolar dari orang-orang super kaya dunia yang tak henti-henti memburu keuntungan. Dengan cara apa pun. Termasuk naked short selling--yang beberapa hari ini diputuskan dilarang oleh otoritas finansial Amerika.

Namun tampaknya semua sudah terlambat. Korban sudah berjatuhan. Peringatan George Soros beberapa bulan sebelumnya terlanjur tak diindahkan. Kini saatnya Amerika--dan dunia--menanggung harga dari semua itu. "Harga dari keserakahan," demikian kata majalah Time.

3 comments:

  1. Wah bung savic ternyata mengikuti juga berita runtuhnya kerajaan wallstreet...
    Saya sebenarnya belum cukup tahu tentang metode virtual ekonomi atau yang disebut bung savic casino capital, tetapi dari awal kejatuhan pasar finansial amerika selain telah diramal oleh george soros, sebenarnya tanda-tanda kehancuran itu dimulai dengan semakin besarnya pengaruh investasi cina masuk kebeberapa negara eropah, sehingga akhirnya beberapa negara eropah mulai kebakaran jenggot setelah cina ingin membeli perusahaan minyak jerman disisi lain indiapun membuat kekhawatiran negara-negara maju itu semakin memuncak, dengan india ikut-ikutan juga ingin membeli salah satu perusahaan telekomunikasi punyanya thaksin mantan presiden thailand, sehingga memunculkan aksi nasionalisasi aset oleh beberapa negara maju, bahkan kanselir jerman berujar tidak akan pernah menjual aset perusahaan negara kepada pihak swasta manapun, demi untuk membendung penguasaan ekonomi dari cina, langkah itupun diikuti oleh amerika, hal ini terungkap dari pidato kampanye hillary clinton pada saat bersaing dengan obama dikonversi partai demokrat beberapa bulan lalu, saat itu hillary mengatakan akan mencabut UU yang menyebabkan semakin dikuasainya aset-aset negara oleh perusahaan swasta (khususnya cina yang awalnya berminat membeli exxon mobil, dimana UU itu dikeluarkan oleh suaminya mantan presiden AS), karena sedari awal ekonom AS mengingatkan bahwa kekuatan perusahaan cina dalam menginvasi pasar serta investasi dibeberapa negara akan membuat kekuatan ekonomi negara-negara maju akan goyang baik di ranah virtual ekonomi maupun di ekonomi rill, hal ini juga ditambah dengan banyaknya kreditur perumahan yang menunggak pembayaran yang bila dikumpulkan sebesar setengah dari anggaran pemerintah Indonesia,selama tahun 2008...nah itulah yang saya tahu dari perkembangan ekonomi dunia saat ini, banyakl ekonom mengatakan bahwa perubahan logika ekonomi dunia sedang dimulai dari logika neolib ke logika nasionalisme tahap ke dua yang ditunjukan oleh sikap beberapa negara maju dengan melakukan proteksi ekonomi mereka...itu sediki yang saya tahu, mudah-mudahan bisa dikoreksi...

    ReplyDelete
  2. Nice article..terima kasih. It's inspiring.

    ReplyDelete
  3. How about tagging the price of greed of our own people, before we tag others?
    Well written analysis, nonetheless.

    ReplyDelete