31.10.09

ayo dukung kpk

Penahanan dua (mantan) pimpinan KPK oleh polisi memicu reaksi besar dari masyarakat. Sejumlah lembaga dan tokoh masyarakat mengecam tindakan tersebut. ICW mengecam polisi dan juga presiden, bahkan mantan presiden Gus Dur dengan berkursi roda menyempatkan diri menyambangi KPK untuk menyatakan dukungan moralnya.

Sejak awal, pemeriksaaan Chandra dan Bibit memang sudah bermasalah. Alasan yang digunakan polisi hampir-hampir tidak masuk akal: Bibit dan Chandra dianggap menyalahgunakan wewenang terkait pencekalan tersangka korupsi Anggoro Widjojo. Belakangan, polisi menambahinya dengan menyangka dua pimpinan KPK tersebut terlibat suap, yang dalam perkembangan pemeriksaan dianggap lemah, karena saksi Ari Mauladi yang sebelumnya mengaku menyerahkan uang suap menarik kesaksiannya karena tidak benar.

Kini, berbagai pihak kecewa, bahkan muak dan marah. Di Facebook, ribuan orang menyatakan dukungan terhadap dua pimpinan KPK yang ditahan lewat ribuan status dan grup. Banyak dari kita mengkhawatirkan semua itu hanya skenario untuk melemahkan KPK, untuk melemahkan pemberantasan korupsi di Indonesia. Apalagi terakhir ada kasus besar Bank Century yang melenyapkan uang negara 6.7 trilyun, yang dicurigai sejumlah kalangan melibatkan kampanye presiden, kepentingan keluarga dan kolega-kolega politiknya.

Aku sendiri banyak dihubungi teman-teman dan juga wartawan. Apa reaksi kalangan (mantan) aktivis '98 atas kasus ini. Reaksi tentu jelas: mengecam langkah kepolisian. Namun langkah masih dipikirkan. Banyak yang mendorong dan berharap ada tekanan lewat aksi jalanan. Tapi situasi kami (aku) sudah berbeda. Kami tidak lagi berada di kampus, di tengah-tengah ribuan mahasiswa, sehingga agak sulit membayangkan bisa menggalang ratusan atau bahkan ribuan orang seperti dulu.

Aku sendiri menunggu-nunggu reaksi mahasiswa sekarang. Entah kenapa kok nyaris tidak ada suara. Padahal koran, televisi dan internet sudah heboh dengan kasus ini. Sepertinya, kampus sudah kembali seperti tahun 80-an lagi, di mana hanya sedikit yang peduli terhadap politik. Apalagi, Jakarta kian dipenuhi mall yang membuat mahasiswa mungkin lebih nyaman menghabiskan waktu luangnya di sana.

Sebagai test in the water, aku membuat grup Gerakan Massa Mendukung KPK di Facebook. Aku ingin melihat bagaimana respon masyarakat khususnya kelas menengah Jakarta pengguna Facebook dan Twitter, jika disodorin opsi turun ke jalan. Jika banyak yang siap, aku--dan sejumlah kawan--yang sekarang lebih banyak berkutat dengan urusan mencari nafkah dan oleh karenanya hanya punya sedikit waktu luang, akan oke-oke saja jika diharuskan turun jalan kembali, karena saat ini tekanan seperti itu memang dibutuhkan.

Jika aparat negara sudah berubah menjadi alat kekuasaan semata, maka Anda tidak bisa memperbaikinya dengan hanya bersuara di ruang maya. Butuh tekanan lebih dari itu, yang bisa membuat mereka berpikir ulang untuk melanjutkan perilaku sewenang-wenangnya.


2 comments:

  1. lakukan pemilu ulang karena sby sudah tdk pro terhadap pembrantasan korupsi di indonesia

    ReplyDelete
  2. rakyat siap turun ke jalan dukung kpk

    ReplyDelete