18.10.09

blogging dan kisah tentang dolar

"This is an incredible and humbling honor. The Internet holds the promise to improve lives and empower people. I feel very lucky to be involved in this time of rapid and amazing change," kata Jeff Bezos, mengomentari perannya dalam revolusi internet akhir abad 20.

Kita semua yang aktif menggunakan internet tentu tahu siapa Jeff Bezos. Pendiri Amazon.com, situs yang mengubah cara orang Amerika dan juga belahan lainnya dalam bertransaksi buku--serta produk-produk lainnya. Bezos adalah salah satu orang yang dengan cerdas mampu melihat peluang dan berani mengambil risiko di tengah demam internet menjelang abad 21. Selain Bezos ada Kevin Rose (Digg.com), Steve Chang cs (Youtube), Mark Zukerberg (Facebook) dan banyak lagi yang lainnya. Mereka adalah orang-orang yang dengan kemampuannya sanggup mengambil peran dan menciptakan sesuatu yang relevan bagi masyarakat zaman sekarang, selain duo Google tentunya--Sergey Brin dan Larry Page.

Lalu bagaimana dengan kita? Peluang apa yang bisa kita manfaatkan di era teknologi ini? Banyak dari kita tidak tahu, atau tepatnya, tidak peduli. Kita hidup di dunia (negara) di mana kita tidak terbiasa berfikir tentang apa yang kiranya bisa kita ciptakan. Meminjam istilah psikoanalis Erich Fromm, kita hidup di negeri di mana mindset utamanya adalah memiliki (to have), bukan menjadi/berkarya (to be). Kita tenggelam dalam kultur konsumsi, yang cenderung asyik sebagai pembeli, penikmat, pengguna, alih-alih sebagai pencipta. Padahal, ada banyak peluang yang bisa dicreate di era teknologi internet sekarang ini. Salah satunya blogging, subyek yang semalam aku "presentasikan" ke seorang teman yang nota bene adalah wartawan.

Ada banyak orang yang tidak tahu potensi di balik blogging. Bahwa selain bisa membuat kita memiliki media, blog juga bisa membuat kita memperoleh penghasilan dalam dolar. Mungkin banyak orang yang sudah mendengarnya, tapi tidak tahu bagaimana caranya. Sementara beberapa orang (lewat beragam buku dan situs) memberitakannya secara bombastis, dengan tagline "Meraih Dolar Secara Gampang", "Menjadi Jutawan Lewat Online" dan seterusnya.

Terkait itu semua, saya ingin bilang, tidak ada yang gampang untuk sesuatu yang bernilai. Namun yang jelas, ngeblog itu gampang, dan saya yakin banyak dari kita (pernah) melakukannya. Membuat blog tidak butuh kemampuan IT yang tinggi. Ia selayaknya membuat akun facebook. "Siapa pun" bisa, karena cukup mendaftar dan mengisi form yang disediakan, dan kemudian menulis/posting. Untuk urusan desain/layout pun tinggal pilih. Kecuali jika kita ingin melay-out sesuai kemauan dan selera desain kita, baru kita butuh kemampuan programming dan seterusnya.

Beberapa tahun lalu, blogging menjadi fenomena yang marak di dunia, termasuk di Indonesia. Tapi saat ini, berbarengan dengan demam facebook dalam 2-3 tahun ini, blogging sepertinya sudah mulai ditinggalkan banyak orang. Kemampuan Facebook yang luar biasa dengan beragam fiturnya telah menyedot jutaan orang berasyik-masyuk di dalamnya. Dalam sehari, tidak sedikit orang yang--kalau dihitung--menghabiskan lebih dari 2 jam sehari untuk fesbukan. Aku membayangkan betapa dampaknya akan berbeda jika kita ngeblog 1-2 jam dalam sehari--konstan.

Ada banyak teman yang selama ini punya tradisi menulis, tapi sejak aktif Facebook ia tidak lagi menulis. Ada banyak teman yang punya kemampuan menulis, tapi ia tidak tahu mau menulis apa dan untuk siapa (kecuali yang berprofesi sebagai jurnalis). Banyak dari kita yang punya kemampuan menulis, tapi tidak tahu apa yang bisa kita perbuat dan hasilkan lewat menulis. Sebagian dari kita bahkan tidak tahu relevansi kemampuan/kompetensi menulis kita dengan dunia/masyarakat sekarang, sehingga kemudian mengambil profesi lain yang tidak ada kaitannya dengan dunia tulis-menulis.

Di era internet sekarang ini, punya kemampuan menulis adalah adalah "anugerah" yang tidak kecil. Karena dengan menulis, kita bisa mengungkapkan gagasan-gagasan kita, mendapat apresiasi dari orang lain, dan mendapatkan penghasilan tambahan. Waktu saya mahasiswa, para penulis harus mengirimkan tulisannya ke media massa agar bisa mendapat honor. Jika tidak, tulisan itu hanya menjadi kliping yang hanya kami sendiri yang membacanya--dan meratapinya karena ditolak koran/majalah.

Tetapi sekarang hal itu tidak perlu terjadi. Saat ini, kita tidak harus mengirimkan tulisan ke media massa untuk bisa dibaca orang dan mendapatkan honor. Bagaimana caranya? Lewat blog. Ya, lewat blog. Dengan menulis blog, kita bisa memiliki media sendiri, mendapatkan pembaca kita sendiri, dan memungkinkan kita meraih penghasilan tambahan tadi. Dengan ketekunan yang sama seperti jurnalis, pelaku MLM, Facebookers, siapa pun akan bisa menghasilkan penghasilan ($) dari internet.

Kuncinya hanya satu: ketekunan meng-update. Jika kita sanggup mengupdate status Facebook kita tiap hari--bahkan tiap jam, semestinya kita juga sanggup menulis blog tiap hari. Karena tidak seperti tulisan media yang umumnya agak panjang dan serius, menulis blog tidak perlu terlalu panjang, bisa pendek dan sesuka-suka kita. Dengan menulis tema-tema yang menarik, entah secara individu atau kelompok, maka kita bisa mendapatkan pembaca, dan pada gilirannya mendapatkan traffic.

Ada banyak orang yang blog-nya telah dikunjungi oleh ribuan bahkan jutaan orang, yang pada gilirannya membuat ia mendapatkan penghasilan. Diantaranya adalah Boingboing.net/Directory of Wonderful Things yang dibuat oleh Mark Frauenfelder dan istrinya, Carla Sinclair, serta TalkingPointsMemo.com, blog milik wartawan politik Josh Marshall. Mereka adalah orang-orang yang tanpa diduga sanggup mendapatkan $500.000 lebih dalam setahun dari blognya, sebagaimana pernah dilaporkan oleh BusinessWeek.

Apakah kita di Indonesia mungkin melakukannya? Mungkin. Ada sejumlah blogger di negeri ini yang juga punya penghasilan di atas gaji pegawai negeri ($300 dalam sebulan) dari aktivitas blogging. Dibanding Mark Frauenfelder dan Josh Marshall memang masih jauh, tetapi jumlah itu cukup signifikan untuk ukuran Indonesia yang UMR-nya dibawah $100--apalagi dihasilkan lewat aktivitas sambilan.

Ada dua hal yang memainkan peranan kunci dalam upaya memperoleh penghasilan lewat online. Pertama TRAFFIC, yang kedua PAGERANK. Traffic adalah jumlah kunjungan yang masuk ke situs/blog kita, dan Pagerank adalah peringkat yang diberikan Google terhadap web/blog kita. Traffic dan Pagerank tinggi akan membuat kita mendapatkan dolar ($) dengan mudah. Namun traffic dan Pagerank tinggi hanya bisa dihasilkan jika kita rajin mengupdate blog kita (serajin mengupdate facebook) dan mempromosikannya, serta rajin mengusahakan agar blog kita di-link oleh blog/web lain.

Kunci mendapatkan traffic adalah menulis sesuatu yang kiranya dibutuhkan orang, bermanfaat, atau lagi trend, dan lalu mempromosikannya--entah lewat email, milis, Twitter, Digg, Youtube, StumbleUpon, Lintasberita.com, Kaskus, grup, page atau status Facebook. Begitu traffic situs/blog kita lumayan tinggi (ratusan per hari), maka peluang kita untuk memperoleh penghasilan online mulai terbuka, yaitu lewat iklan afiliasi seperti Google Adsense dan sejenisnya.

Namun peluang untuk mendapatkan ratusan dollar akan lebih mudah jika blog/situs kita memiliki Pagerank tinggi. Ada banyak program afiliasi--seperti TextLinkAds, Adbrite, Bidvertiser dll--yang menawarkan kerjasama iklan dengan bagi hasil hingga ratusan dolar (per bulan) bagi blog/web yang ber-Pagerank di atas 4 (peringkat Pagerank 1-10). Dan berbeda dengan Google Adsense yang membayar pemilik blog berdasar klik (pay per click), TextLinkAds membayar pemilik blog berdasar kontrak bulanan. Tanpa ada yang meng-klik pun, asal iklan itu nongol di halaman blog/situs kita, maka kita akan dibayar oleh TextLinkAds.

Namun ya itu tadi, TextLinkAds dan sejenisnya hanya mau bekerjasama dengan blog-blog yang ber-Pagerank di atas 3, yang mana hal itu baru bisa diraih jika blog dikunjungi paling tidak oleh 500 orang per hari dan di-link oleh cukup banyak blog lain. Ada rumus (rule) berapa link yang mesti didapat untuk menghasilkan blog ber-Pagerank 3. Namun sederhananya, rumus Pagerank tak ubahnya rumus akademik.

Jika kita seorang intelektual, reputasi kita sering ditentukan oleh karya kita, dalam hal ini anggap saja buku. Jika kita menulis buku (web) yang kemudian buku itu dikutip atau dijadikan referensi oleh buku (web) lain, maka buku kita dianggap berbobot. Makin banyak buku lain yang mengutip buku kita, maka itu pengakuan bahwa buku kita bagus. Tapi nilai kutipan juga berbeda. Jika yang mengutip adalah seorang mahasiswa S-1 dalam sebuah skripsinya, maka nilainya berbeda dengan jika yang mengutip adalah seorang doktor terkemuka.

Web/blog juga begitu. Jika blog kita di-link oleh blog lain, maka itu akan mendongkrak Pagerank kita. Makin banyak yang me-link, peringkatnya akan makin tinggi. Dan Pagerank akan lebih cepat naik jika blog kita di-link oleh web-web atau blog yang sudah memiliki Pagerank tinggi.

Usaha untuk mendapatkan link memang tidak mudah, namun dengan membuat blog secara bersama-sama, berbarengan, kita bisa mendongkrak Pagerank lewat cara saling bertukar link. Buat kalangan blogger profesional yang memang ngeblog untuk mengejar uang, mereka bahkan berani membeli link dari blog/web yang ber-Pagerank tinggi.

Pada akhirnya, semua memang tidak mudah. Untuk bisa menghasilkan, petani harus menyirami tanamannya tiap hari, dan peternak juga harus memberi makan-minum ternaknya tiap hari. Begitu juga dengan blog. Agar blog kita bisa menghasilkan, kita juga mesti mengupdate blog kita sesering mungkin dan langkah-langkah yang sudah dijelaskan di atas.

Namun dengan kerja sambilan kurang lebih satu tahun secara konsisten, semua itu bisa diraih. Buat teman-teman yang pada dasarnya suka menulis--apalagi yang berprofesi sebagai jurnalis--hal itu tentu bukan hal yang sulit. Anggap saja kita menyalurkan hobi menulis alih-alih menabung. Jika kita bisa menghasilkan $50 saja dalam sebulan, maka setahun akan berjumlah $600. Apalagi jika $100 lebih per bulan. Bayangkan saja kita ini para petani yang berusaha menabung dengan memelihara kambing atau kelinci. :-)

By the end and by the way, harga sebuah banner kecil di web/blog ber-Pagerank 4 bisa mencapai $50 sebulan, dan nilai sebuah link yang hanya sebaris bisa $30 per bulan. Dan bahkan menulis review sebuah produk bisa membuat kita mendapat bayaran $10 per post.

Pasar iklan online sangat besar sekali, dan itulah yang membuat Google kaya raya, berdaya dan meraksasa. Saya kira tidak ada salahnya teman-teman ikut mengais sedikit bagian darinya.

Gut luck!

5 comments:

  1. Perlu banyak belajar nich dari mas Savic soal nulis dan nyari duit lewat internet. hehehe. salam saja mas buat tmn2 d matraman.

    ReplyDelete
  2. iya nih mas susah banget, tapi g papalah terus dicoba dan pantang menyerah tentunya, insya allah berhasil dari Media Online

    ReplyDelete
  3. mas savic.. inka update terus kok blog, mungkin emang terkesan nyampah, tapi at least gue bukan facebook minded. dari dulu pengen belajar "megais rejeki" lewat internet, tapi jujur aja.. belum paham. sudikah kiranya mengajarkan? rela deh kursus.. heheh.. selain itu emang agak gaptek juga.. hoho..

    ReplyDelete
  4. tq ya mas savic buat infonya...semoga sukses

    ReplyDelete
  5. wah..
    asyik nih kalo bisa dapet dolar dari internet..
    belajar ah..

    http://dikipunyablog.co.cc

    ReplyDelete